
@zul.hasanAug 28, 2026 · 1:24 · original sound - zul.hasan
Ketika meresmikan PSEL Kota Bekasi di Bantar Gebang, saya melihat masyarakat berkumpul di pintu keluar. Saya pun turun dari mobil dan menyapa mereka. Di antara puluhan warga, perhatian saya tertambat pada sepasang lansia yang hanya duduk menyaksikan acara. Saya menghampiri mereka. Ternyata, Pak Sukanto dan istrinya sudah hampir 50 tahun memulung di Bantar Gebang. Mata Pak Sukanto sudah buta sebelah, sementara istrinya berjalan pincang. Namun, keduanya tetap bekerja dengan cara yang halal dan thoyib untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan cucu. Bersama empat anggota keluarga, mereka tinggal di sebuah gubuk yang disewa Rp200 ribu per bulan. Kisah Pak Sukanto mengingatkan kita bahwa di balik persoalan sampah, ada kehidupan dan perjuangan manusia yang harus kita perhatikan. Karena itu, para pemulung tidak perlu resah. Tetap bisa memulung sampah yang ada karena tidak semua sampah bisa diselesaikan dengan PSEL. Ketika PSEL berjalan, juga akan dibutuhkan banyak tenaga kerja. InsyaAllah, ini bisa menjadi lahan baru dan membuka peluang penghidupan yang lebih baik bagi para pemulung. Semoga Allah menjaga Pak Sukanto dan istri, memberi kesehatan, melapangkan rezeki, dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Semangat, Pak. Semoga setiap tetes keringat Bapak menjadi keberkahan. 🙏 #PSEL #Bekasi #BantarGebang #PengelolaanSampah
6.79% ERengagement of this clip — above the author's average (6.15%)
top 10%outperforms 90% of the author's clips
505%of the author's average views