
KOTA – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila angkat bicara terkait informasi yang beredar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp, yang mengaitkan dirinya dengan dugaan pelecehan dan penganiayaan terhadap sekretaris pribadinya berinisial R. Informasi tersebut menyebut dugaan peristiwa terjadi di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, pada 17 Agustus 2026. Dalam narasi yang beredar, R disebut mengalami dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah pihak. Peristiwa itu disebut berkaitan dengan tuduhan dugaan pelecehan yang dilakukan Fajar terhadap sekretaris pribadinya. Selain itu, beredar pula klaim mengenai adanya ancaman terhadap R agar tidak melaporkan dugaan peristiwa tersebut, termasuk ancaman terkait jabatan. Namun, sejauh ini informasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kebenaran peristiwa sebagaimana dituduhkan. Menanggapi isu tersebut, Fajar mengaku tidak ingin larut dalam kabar yang menurutnya tidak memiliki sumber jelas. Ia memilih tetap menjalankan tugasnya sebagai Wakil Bupati Sumedang. "Saya tidak mau ambil pusing dengan gosip-gosip yang tidak berlandaskan sumber. Daripada sibuk melakukan klarifikasi ke sana kemari, saya lebih memilih kerja dan fokus pada tugas," kata Fajar seusai menghadiri peringatan Maulid Nabi di Kecamatan Sukasari, Jumat (28/8). Menurut Fajar, informasi yang beredar perlu ditelusuri untuk mengetahui sumber dan fakta sebenarnya. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik munculnya isu tersebut. video : Agun Gunawan / Radar Sumedang Baca selengkapnya di radarsumedang.id #bacaradarsumedang #seputarSumedang #radarsumedang #koranradar #beritasumedang
2.23% ERengagement of this clip — below the author's average (3.38%)
top 38%outperforms 62% of the author's clips
3%of the author's average views